Engkau penguasa hati,,
Ketidak hadiranmu dalam mimpi, membuatku terbungkam dalam rindu, Dan terik ini tak berarti apa-apa saat bayangmu merasuk… Hingga aku terpanggang dalam tungku asmara yang membelai kesendirianku. Belum sembuh luka yang kau sayat, namun aku inginkan luka baru agar aku selalu mengenangmu.. dan cabik-cabiklah pusara kecintaanku niscaya takkan ada ratapan ataupun rintihan… Selamanya engkau dalam benakku…