Aku begitu mencintai jalan ini, meskipun sesat saat kalian melihatnya,,,
padahal aku makin dekat dengan_Nya tanpa urat nadi di leherku..
Mungkin saja, Ibadahku takkan sempurna karena aku tak fasih dalam suatu ‘bahasa’ yg kalian percaya.. Kalian memang mulia dalam pandangan_Nya,, tapi aku tak butuh itu,, aku hanya butuh dekat dengan_Nya agar aku bisa bercerita kepada_Nya tentang hari ini.. tentang masa lalu dan mimpi yang terlunta….
Sudahlah,, tak perlu kau permasalahkan,, yang alim mati, yang kafir juga mati… engkau dan aku sama…
Dan telah dikatakan padamu bahwa “untukmu keyakinanmu dan untukku keyakinanku”,, akupun mengagumi kalimat itu… sama seperti engkau meski engkau enggan mengingatnya..
Ajarkan padaku tentang akhirat dan akan ku ajarkan padamu tentang dunia, dan saat engkau berbicara tentang dunia, aku mungkin enggan untuk percaya karena engkau saat itu tidak berdaya.. engkau terobsesi pada surga yang hingga hari ini belum ada yang mengunjunginya.. sama seperti neraka.. Jika engkau menafikkan akal fikiranmu maka mohonkanlah pada Tuhanmu untuk mencabutnya dari ragamu… maukah engkau ??? DIA yang takkan kusebut nama_Nya lebih agung dari iamjinasi dan khayalamu..

Bagiku DIA tak memiliki nama.. dan dia yang memiliki nama bukanlah DIA dalam keyakinanku…
tak ada yang lebih benar selain kalimat_Nya…

RimanThaib http://dewasastra@wordpress.com